Sepenggal Kisah Sukses Cewin, Dulu Guideline Turis, Kini Pengusaha Homestay

LOMBOKita – Jodoh pun tak harus dari orang terdekat, namun bisa jadi jodohmu dari negara lain. Hal seperti ini mungkin saja terjadi. Karena cukup banyak lelaki Indonesia yang bukan dari kalangan selebriti, mempersunting wanita bule untuk menjadi pendamping hidupnya.

Seperti halnya Tanwir asal Praya Kabupaten Lombok Tengah yang sudah 30 tahun berada di negeri kincir angin Belanda.

Kepada LOMBOKita, Tanwir atau orang sering memanggil Cewin berbagi cerita. Semenjak SMP, Cewin sudah berbakat berbahasa Inggris, kadang sering turis lewat rumahnya, ketika libur Cewin selalu ke Kuta mengasah bahasa Inggrisnya dengan Indigenous Speaker (para Bule).

Lulus SMA Negeri 1 Praya pada tahun 1989, sejak itu ia sering nongkrong di Pantai, dan sudah mulai mahir berbahasa Inggris, sehingga jadilah Cewin seorang Guideline tapi lebih senang disebut Anak Pantai.

Cewin juga pernah tinggal beberapa bulan di pantai Kuta Bali sambil memperlancar bahasa Inggris selanjutnya pulang ke Lombok dan menetap di Pantai Kuta Lombok. Disamping menjadi Guideline Profesional, Cewin pernah juga berbisnis Reserve Exchange.

Ketika tinggal di Kute Lombok, Cewin berkenalan dengan bule, seorang gadis cantik asal Belanda Margareta Esenkbrink, mereka menjalin hubungan dan akhirnya menikah di Belanda Tahun 1993. Sejak saat itu Cewin tinggal dan bekerja di Negeri Bunga Tulip.

Pertama bekerja di Kantor Pos Belanda hampir 20 tahun, pada tahun 2018 Cewin resign (mengundurkan diri) dari Kantor POS selanjutnya bekerja di Resort Crowne Plaza dan Lodge Hampton by Hilton hingga sekarang. Walaupun tinggal di Negeri Orang Cewin tetap berkewarganegaraan Indonesia (WNI).

Cewin dan Margaretha dikarunia dua anak laki-laki yang sulung sedang research S2 Mechanical Engineering di Technological innovation College Delft Belanda.

Pada Tahun 1998 Cewin bercerai dengan Margaretha, ketika menduda Cewin berkenalan dengan gadis cantik asal Hongaria Karolina Kocsis, dan menikah tahun 2005 di karunia 3 Anak, dua laki-laki dan satu Perempuan.

Karolina kocsis, istri keduanya adalah
orang Hongaria berkewarga negaraan Slovakia, dan Naturalisasi menjadi Warga Belanda, tidak lama setelah menikah Karolina memeluk Agama Islam ( mualaf ) sampai saat ini solat 5 waktu dan bisa baca Al-Qur’an dan tetap mengenakan Hijab.

Di Kuta Lombok tahun 2016, Cewin mendirikan Cemin’s homestay tamunya dari Eropa, Alhamdulillah ada saja tamu asing (electronic nomad) yang nginap Extended Time period disana.

Di Belanda Cewin tinggal di Kota Utrecht merupakan Kota ke 4 terbesar di Belanda berada di tengah-tengah Negeri Belanda, berpenduduk 360 ribu Jiwa dan di kenal sebagai Kota Pelajar, banyak dari Negara-Negara di Dunia yang belajar disini, terutama di Utrecht College yang terkenal dengan Fakultas Hukumnya.

Banyak lulusan Utrecht College yang menjadi Lowyer terkenal, di Indonesia misalnya ada Doktor Adnan Buyung Nasution (Alm), dan masih banyak yang lainnya, bahkan Dosen Fakultas Hukum Universitas Mataram yaitu Hayanul Haq S3 nya di Utrecht College.