Pemerintah NTB Promosi Homestay Sampai Kos-kosan buat Penonton MotoGP Mandalika

TEMPO.CO, Mataram – Pemerintah Nusa Tenggara Barat akan membantu promosi berbagai akomodasi yang tersedia di Lombok untuk para penonton MotoGP Mandalika. Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi mengatakan, langkah pertamanya adalah mendata segala bentuk penginapan yang dapat digunakan oleh wisatawan.

Proses pendataan itu meliputi akomodasi jenis homestay, lodge melati, tempat berkemah, sampai kos-kosan. Para pengelola akomodasi tersebut dapat ikut serta dalam promosi dengan mendaftar ke Posko Harmony MotoGP. Pemerintah kemudian menyambungkan data tersebut ke berbagai asosiasi jasa pariwisata agar pemasarannya lebih luas dan menarik.

Dalam promosi ini, Dinas Pariwisata NTB menggandeng Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata atau ASITA, Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), Asosiasi Journey Agent Indonesia (ASTINDO), dan Ikatan Pramuwisata Indonesia (IPI). “Kami ingin membantu memasarkan penginapan yang belum terjual kamar-kamarnya,” kata Yusron Hadi pada Rabu, 26 Januari 2022.

Proses pendataan akomodasi itu juga berlangsung bertahap. Dimulai dari Kabupaten Lombok Utara, tepatnya Kecamatan Pemenang di sebelah selatan hingga Bayan di ujung utara. Belanjut ke wilayah Sekotong di barat daya, lalu Narmada di sebelah timur Kabupaten Lombok Barat.

Seterusnya ke Kabupaten Lombok Timur meliputi Sembalun di lembah Rinjani, Jerowaru di selatan hingga Desa Wisata Tete Batu dan Labuan Haji. Juga ke Batukliang Utara dan Kopang di Kabupaten Lombok Tengah. “Pendataan ini untuk memaksimalkan pemanfaatan akomodasi wisata,” ujarnya. “Jika masih ada kos-kosan atau rumah penduduk yang belum terdata, silakan hubungi Posko Wisata Harmony MotoGP di depan kantor Dinas Pariwisata NTB.”

Setelah facts semua akomodasi terkumpul, kamar-kamar tersebut juga akan dipasarkan lewat acara Journey Mart yang berlangsung di Resort Aruna Senggigi pada 29-30 Januari 2022. Facts Perhimpunan Resort dan Restoran atau PHRI NTB menunjukkan, jumlah kamar resort NTB sebanyak 20.607 unit. Angka itu terbagi menjadi dua, yakni di Pulau Lombok sekitar 17 ribuan unit dan Pulau Sumbawa sekitar dua ribuan unit. Jika penjualan tiket MotoGP Mandalika mencapai 100 ribu lembar, artinya ketersediaan kamar untuk penonton masih kurang.

Di Pulau Lombok, kamar hotel berbintang sudah habis terjual. Sementara di Kabupaten Lombok Utara, sebanyak enam ribuan kamar hotel dan bungalow di Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Ari belum menjadi pilihan menginap. Di Kabupaten Lombok Timur, terdapat 1.532 kamar yang tersedia dari hotel bintang, vila, camping ground, homestay, sampai sarana hunian pariwisata yang siap untuk menjadi tempat menginap penonton MotoGP Mandalika. Ada pula cadangan penginapan sebanyak 200 unit di rumah susun sederhana sewa Labuhan Haji dan Labuhan Lombok.

Pada beberapa kawasan, ada masyarakat yang menawarkan kamar-kamar di rumahnya sebagai tempat menginap. Di Desa Saribaye Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, misalkan, ada pemilik rumah panggung yang menyewakan kediamannya. Fasilitasnya berupa dua kamar tidur, dapur, kamar mandi, kipas angin, dan kulkas.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Nursandi mengatakan, akomodasi yang tersedia bagi wisatawan yang ingin bermalam di Kabupaten Lombok Timur berupa hotel, homestay, dan vila. Di sana tercatat ada 156 homestay dengan totol 607 kamar, 23 hotel dengan 315 kamar, dan delapan villa dengan 60 kamar.

Berjarak belasan kilometer dari Sirkuit Mandalika, sejumlah hotel di kawasan Teluk Ekas dan sekitarnya di Kabupaten Lombok Timur juga hampir habis dipesan. Sementara Ketua Masyarakat Sadar Wisata Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Sandika Irwan mengatakan, calon penonton MotoGP Mandalika masih bisa menginap di 2.292 kamar homestay yang ada di 12 desa. “Kamar homestay di Kabupaten Lombok Timur masih tersedia,” ujarnya.

Baca juga:
‘Sultan’ Jakarta Mau Nonton MotoGP Mandalika, Borong Vila Rp 46 Juta per Malam

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.