Pembiayaan Homestay SMF di 13 Destinasi Wisata Capai Rp 8,81 Miliar

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF merealisasikan pembiayaan kepada 105 pemilik homestay di 13 destinasi wisata senilai Rp 8,81 miliar sejak 2019 hingga 18 April 2022.

Direktur Keuangan dan Operasional SMF Trisnadi Yulrisman mengatakan, pembiayaan homestay bertujuan untuk mendukung sektor pariwisata dan meningkatkan perkonomian masyarakat di kawasan tersebut.

“Pembiayaan homestay ini dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di desa wisata,” kata Trisnadi dalam paparannya, Rabu (20/04/2022).

Baca juga: Strategi SMF Tingkatkan Pembiayaan Perumahan Tahun 2022

Berikut rincian 13 desa wisata yang mendapatkan pembiayaan homestay:

  1. Desa Nglanggeran Gunung Kidul–DIY sebanyak 24 homestay senilai Rp 1,575 miliar
  2. Desa Samiran Boyolali-Jateng sebanyak 19 homestay senilai Rp 570 Juta
  3. Desa Kuta Lombok Tengah-NTB sebanyak 7 homestay senilai Rp 500 Juta
  4. Desa Pagerharjo Kulonprogo-Do-it-yourself sebanyak 5 homestay senilai Rp 340 Juta
  5. Desa Kemuning Karanganyar-Jateng sebanyak 15 homestay senilai Rp 1,857 miliar
  6. Desa Mertak Lombok Tengah-NTB sebanyak 5 homestay senilai Rp 450 juta
  7. Desa Sarongan Banyuwangi-Jatim sebanyak 1 homestay senilai Rp 150 Juta
  8. Desa Tamansari Banyuwangi-Jatim sebanyak 14 homestay senilai Rp 1,5 miliar
  9. Desa Sukajaya Sumedang-Jabar sebanyak 2 homestay senilai Rp 150 juta
  10. Desa Sembalun Lombok Timur–NTB sebanyak 6 homestay senilai Rp 900 juta
  11. Desa Bangsring Banyuwangi-Jatim sebanyak 4 homestay senilai Rp 500 juta
  12. Desa Wringin Putih Banyuwangi-Jatim sebanyak 2 homestay senilai Rp 250 juta
  13. Desa Tetebatu Lombok Timur-NTB sebanyak 1 homestay senilai Rp 75 juta

Pada tahun 2021, SMF telah merealisasikan pembiayaan homestay di empat Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) yang terletak di Desa Taman Sari (Banyuwangi, Jawa Timur), Desa Sukajaya (Sumedang, Jawa Barat), Desa Sembalun (Lombok Timur, NTB) dan Desa Bangsring (Banyuwangi, Jawa Timur).

Sementara untuk tahun 2022, kata Trisnadi, pembiayaan homestay akan mencakup lima wilayah di Indonesia.

Meliputi Banda Neira, Danau Toba, Mandalika, serta wilayah lainnya yang masuk ke dalam wilayah destinasi Bali baru super prioritas, maupun wilayah pariwisata lainnya.

“Application pembiayaan homestay adalah salah satu strategi yang biasa kami lakukan dan rutin sejak 2019,” jelasnya.

Plan pembiayaan homestay merupakan kerja sama antara SMF dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatid, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan masyarakat penggiat pariwisata di desa wisata.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking information setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com Information Update”, caranya klik url https://t.me/kompascomupdate, kemudian sign up for. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.